Informasi FRPB
Arsip lengkap berita, peringatan dini, edukasi mitigasi mandiri, serta pengumuman operasional posko FRPB.
Pengumuman
Selamat Hari Palang Merah Indonesia, Terus Bergerak dan Mengabdi untuk Kemanusiaan
PAMEKASAN, 17 September 2026 — Semangat kemanusiaan kembali menjadi pesan utama dalam peringatan Hari Palang Merah Indonesia (PMI) yang diperingati setiap 17 September. Momentum ini menjadi pengingat bahwa kepedulian, solidaritas, dan kerelawanan merupakan nilai yang tidak mengenal batas.Di tengah berbagai situasi dan tantangan kemanusiaan, keberadaan para relawan menjadi bagian penting dalam memberikan pertolongan dan pelayanan kepada masyarakat. Setiap tangan yang membantu, setiap langkah yang diberikan, serta setiap pengorbanan yang dilakukan dengan tulus menjadi bagian dari upaya menjaga dan menyelamatkan kehidupan sesama.Semangat tersebut juga menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan FRPB Pamekasan. Dengan mengedepankan kepedulian dan semangat kerelawanan, FRPB terus berupaya hadir di tengah masyarakat ketika dibutuhkan, termasuk dalam kegiatan pelayanan dan dukungan kemanusiaan.Bagi para relawan, kemanusiaan bukan sekadar sebuah slogan. Kemanusiaan diwujudkan melalui tindakan nyata, kehadiran di lapangan, kepedulian terhadap sesama, serta kesediaan membantu tanpa membedakan latar belakang.Melalui momentum Hari Palang Merah Indonesia 2026, keluarga besar FRPB Pamekasan menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan kemanusiaan dan relawan yang terus mendedikasikan waktu, tenaga, dan pikiran untuk membantu masyarakat.“Selamat Hari Palang Merah Indonesia. Terus Bergerak, Terus Peduli, Terus Mengabdi untuk Kemanusiaan.”Semoga semangat kemanusiaan terus tumbuh dan menjadi kekuatan bersama. Karena dalam setiap pertolongan terdapat harapan, dan dalam setiap kepedulian terdapat nilai kemanusiaan yang tak ternilai.Segenap Keluarga Besar FRPB Pamekasan mengucapkan:❤️ SELAMAT HARI PALANG MERAH INDONESIA17 SEPTEMBER 2026Terus Bergerak. Terus Peduli. Terus Mengabdi untuk Kemanusiaan.
Pengumuman
Kemanusiaan Tidak Mengenal Batas, Solidaritas Menyatukan Kita
17 September 2026 — FRPB Bangkalan merayakan Hari Palang Merah Indonesia menjadi momentum untuk kembali meneguhkan semangat kemanusiaan, kepedulian, solidaritas, dan kerelawanan di tengah masyarakat.Peringatan ini bukan sekadar sebuah tanggal dalam kalender, tetapi menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kemanusiaan harus terus hadir dalam kehidupan sehari-hari. Kepedulian terhadap sesama dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk tindakan, mulai dari memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, mendampingi masyarakat dalam situasi sulit, hingga hadir secara nyata ketika terjadi bencana dan keadaan darurat.Kemanusiaan tidak mengenal batas. Perbedaan latar belakang, usia, pekerjaan maupun kondisi sosial tidak seharusnya menjadi penghalang untuk saling membantu. Justru melalui solidaritas dan kepedulian, masyarakat dapat membangun kekuatan bersama untuk menghadapi berbagai tantangan.Semangat kerelawanan juga menjadi bagian penting dalam setiap aksi kemanusiaan. Para relawan dengan tulus meluangkan waktu, tenaga, dan kemampuan untuk membantu sesama. Setiap langkah, sekecil apa pun, memiliki arti ketika dilakukan dengan ketulusan dan kepedulian.Momentum Hari Palang Merah Indonesia 2026 diharapkan dapat menjadi ajakan bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan budaya saling membantu. Tidak harus menunggu terjadi bencana atau keadaan darurat untuk berbuat baik. Kepedulian dapat dimulai dari lingkungan terdekat, dari tindakan sederhana, dan dari kemauan untuk hadir bagi mereka yang membutuhkan.Mari terus bergerak bersama, memperkuat solidaritas, menjaga kepedulian, dan menjadikan semangat kerelawanan sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.Karena setiap bantuan berarti.Setiap kepedulian memiliki arti.Dan setiap langkah bersama adalah bagian dari perjuangan untuk kemanusiaan.“Bersama Untuk Kemanusiaan.”
Edukasi
Tingkatkan Kesiapsiagaan, Gelar Sosialisasi Kebencanaan dan Simulasi Pemadaman Api
Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman mengenai berbagai potensi bencana, tetapi juga menekankan pentingnya kesiapan dan kemampuan melakukan tindakan awal ketika terjadi kebakaran.Dalam sesi sosialisasi, peserta diberikan edukasi mengenai pentingnya mengenali potensi bahaya di lingkungan sekitar, memahami langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi keadaan darurat, serta pentingnya tetap tenang dan mengutamakan keselamatan ketika menghadapi bencana.Materi kemudian dilanjutkan dengan simulasi pemadaman api. Dalam kegiatan praktik tersebut, peserta diperkenalkan dengan langkah-langkah dasar penanganan kebakaran dan cara melakukan pemadaman secara tepat dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan.Simulasi ini menjadi bagian penting dalam kegiatan karena peserta tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik menghadapi situasi darurat. Dengan demikian, diharapkan pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan ketika menghadapi kejadian kebakaran di lingkungan kerja maupun tempat tinggal.“Kesiapsiagaan bukan hanya tentang mengetahui apa yang harus dilakukan, tetapi juga berlatih agar siap bertindak ketika keadaan darurat benar-benar terjadi.”Kegiatan tersebut dikuti oleh empat personel, yakni Budi, Ateng, Imam, dan Adit.Melalui kegiatan sosialisasi dan simulasi seperti ini, FRPB terus mendorong terbentuknya budaya sadar bencana, tanggap terhadap keadaan darurat, serta mengutamakan keselamatan. Edukasi kebencanaan diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat sehingga mampu melakukan tindakan awal yang tepat sebelum bantuan lebih lanjut tiba.FRPB Mammuth 010 — Bergerak, Mengedukasi, dan Hadir untuk Kemanusiaan.
Data Pelayanan & Aksi Relawan
Catatan riwayat pelayanan ambulan, peminjaman oksigen, dan kursi roda untuk umum dan lain-lain.
Pengiriman air bersih
FRPB : PAMEKASAN
Armada: MOBIL PRIBADI
Tujuan: Desa Larangan Tokol
Relawan: Budi Cahyono, Rudi Setiawan, Ach. Diendien Syarifuddin, Syamsul Hidayat, Khoirul Anam