Call Center Darurat: 081357259222 | Posko Induk: Kab. Pamekasan, Jawa Timur
Memuat jadwal salat hari ini...
Informasi Publik

Informasi FRPB

Arsip lengkap berita, peringatan dini, edukasi mitigasi mandiri, serta pengumuman operasional posko FRPB.

Pemkab Pamekasan Gandeng FRPB, Sediakan Rumah Singgah Gratis bagi Pasien Rujukan di Surabaya Pengumuman
10 Sep 2026
Pemkab Pamekasan Gandeng FRPB, Sediakan Rumah Singgah Gratis bagi Pasien Rujukan di Surabaya

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan terus berupaya memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan, khususnya bagi warga yang harus menjalani perawatan atau rujukan medis di luar daerah.Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui penyediaan Rumah Singgah Pasien bagi warga Pamekasan yang menjalani pengobatan di Surabaya. Fasilitas tersebut berlokasi di Jalan Rempelas, Surabaya.Dalam pelaksanaannya, Pemkab Pamekasan menjalin kerja sama dengan Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) untuk mendukung pelayanan dan pendampingan bagi masyarakat Pamekasan yang membutuhkan akses layanan kesehatan di Surabaya.Bupati Pamekasan, Dr. Kholilurrahman, mengatakan rumah singgah tersebut dihadirkan untuk membantu meringankan beban masyarakat, terutama keluarga pasien yang harus menjalani perawatan di Surabaya.“Kami memahami bahwa saat harus berobat ke Surabaya, beban keluarga bukan hanya soal pengobatan, tetapi juga biaya tempat tinggal dan operasional sehari-hari. Oleh karena itu, rumah singgah ini kami hadirkan agar warga Pamekasan memiliki tempat bernaung yang layak dan nyaman selama proses perawatan,” ujar Kholilurrahman, Kamis (10/9/2026).Menurutnya, fasilitas rumah singgah tersebut dapat dimanfaatkan seluruh masyarakat Pamekasan yang membutuhkan. Layanan akomodasi ini diberikan secara gratis.“Kami berharap masyarakat tidak ragu memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan pemerintah daerah. Silakan bagi warga Pamekasan yang butuh akomodasi saat mendampingi keluarga berobat di Surabaya, monggo dimanfaatkan sebaik-baiknya. Petugas kami di sana siap membantu,” ujarnya.Untuk memastikan pelayanan berjalan optimal, Pemkab Pamekasan juga telah menugaskan petugas pengelola yang bersiaga selama 24 jam di lokasi rumah singgah.Bagi masyarakat Pamekasan yang membutuhkan informasi maupun koordinasi terkait tempat tinggal selama menjalani pengobatan di Surabaya, dapat menghubungi petugas:Rois : 0878-5999-1121Budi : 0813-5725-9222Agus : 0822-2944-0261Kerja sama antara Pemkab Pamekasan dan FRPB diharapkan dapat semakin mempermudah masyarakat dalam memperoleh pendampingan, khususnya bagi pasien dan keluarga yang harus menjalani rujukan medis ke Surabaya Sumber : https://tugusurabaya.my.id/pemkab-pamekasan-gandeng-frpb-sediakan-rumah-singgah-gratis-bagi-pasien-rujukan-di-surabaya/

Baca Selengkapnya
Bupati Sidoarjo Pastikan Tak Ada Yang Meninggal, Santri Korban Dugaan Keracunan Dilayani Maksimal Pengumuman
02 Sep 2026
Bupati Sidoarjo Pastikan Tak Ada Yang Meninggal, Santri Korban Dugaan Keracunan Dilayani Maksimal

Sidoarjo, - Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn bergerak cepat mengecek kondisi para santri yang diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi makanan di Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.Bupati Subandi didampingi Komandan Kodim (Dandim) 0816/Sidoarjo Letkol Inf Abraham Prihadi, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sidoarjo Eri Sudewo saat menjenguk para santri pada Selasa malam (1/9/2026).Bupati Subandi bersama rombongan lebih dulu mendatangi Pondok Pesantren Mambaul Hikam Tanggulangin untuk melihat langsung kondisi para santri. Setelah itu, rombongan melanjutkan kunjungan ke sejumlah rumah sakit. Di antaranya RS Delta Siti Hajar, RS Delta Surya, dan RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.Bupati Subandi ingin memastikan para santri yang mengalami keluhan mendapat pelayanan medis secara cepat dan tepat. Di rumah sakit, Bupati Subandi menegaskan tidak ada santri yang meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Seluruh pasien telah mendapatkan pelayanan medis dan kondisinya berangsur membaik.“Tidak ada yang meninggal. Semua pasien sudah tertangani dengan baik. Kalau nanti ada berita yang menyebut ada yang meninggal, itu tidak benar. Kami sudah memastikan dan mengecek langsung kondisi para santri di rumah sakit,” tegasBupati Subandi saat berada di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo. Sebagai bentuk perhatian dan empati, Bupati Subandi meminta jajarannya di Pemkab Sidoarjo berkoordinasi dengan rumah sakit yang merawat para santri. Pastikan pelayanan medis diberikan secara maksimal.“Kami berkoordinasi dengan semua rumah sakit untuk melakukan penanganan dan memberikan pelayanan yang semaksimal mungkin,” ujarnya.Menurut data sementara RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, tercatat sekitar 200 santri mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit.“Yang di rumah sakit ini kurang lebih 200-an. Cuma sudah membaik semuanya. Sebagian nanti bisa pulang karena kondisinya sudah baik,” katanya.Selain di RSUD R. Notopuro, lebih dari 58 santri menjalani perawatan di RS Siti Hajar. Mereka dalam kondisi baik dan mendapat perawatan dari tenaga medis.Bupati Subandi juga mengimbau para wali santri agar tetap tenang. Pemkab Sidoarjo terus memantau perkembangan para santri hingga seluruhnya dinyatakan pulih.“Saya mengimbau para wali santri semuanya, tidak usah ada kekhawatiran. Kami sebagai pimpinan daerah sudah memaksimalkan penanganan. Insya Allah semua santri akan sembuh,” katanya.Selain memastikan pelayanan medis secara maksimal, Bupati Subandi menyatakan segera memanggil Dinas Kesehatan Sidoarjo serta Dinas Perizinan dan Penanaman Modal Sidoarjo untuk menindaklanjuti kejadian tersebut.“Besok kami panggil Dinas Kesehatan dan Dinas Perizinan. Jika nanti hasil  pemeriksaan memastikan kejadian ini disebabkan oleh makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), tentu akan segera kami tindak lanjuti,” kata Subandi.Pemeriksaan akan mencakup kelayakan makanan, mulai dari proses pengolahan hingga penyajiannya. Aspek perizinan penyedia makanan juga akan diperiksa bersama dinas terkait.“Kami akan melihat bagaimana proses kelayakan makanannya. Mulai pengolahan seperti apa, termasuk izin-izinnya. Semua akan kami cek dan tindak lanjuti bersama dinas terkait,” tegasnya.Pemkab Sidoarjo tetap terus memantau dan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit serta instansi terkait untuk memastikan seluruh santri mendapatkan penanganan terbaik hingga kondisi mereka pulih.(miskawi/Kominfo)

Baca Selengkapnya
Poltera Gandeng FRPB Pamekasan, Kampus di Madura Disiapkan Hadapi Bencana Pengumuman
23 Aug 2026
Poltera Gandeng FRPB Pamekasan, Kampus di Madura Disiapkan Hadapi Bencana

Ancaman bencana yang terus menjadi perhatian di sejumlah wilayah Madura kini mulai direspons lewat kolaborasi dunia pendidikan dan relawan kebencanaan. Forum Relawan Penanggulangan Bencana Kabupaten Pamekasan atau FRPB bersama Politeknik Negeri Madura menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk membangun sistem kampus tangguh bencana.Penandatanganan berlangsung di Ruang Rapat Poltera, Sampang, Rabu (20/5/2026). Kesepakatan itu ditandatangani langsung Direktur Poltera Laily Ulfiyah, M.T dan Ketua FRPB Pamekasan Budi Cahyono.Kerja sama tersebut menjadi langkah awal membangun lingkungan pendidikan yang lebih siap menghadapi ancaman bencana, mulai dari mitigasi hingga edukasi berbasis akademik. Fokus kolaborasi mencakup Tridharma Perguruan Tinggi, riset kebencanaan, seminar, kuliah tamu hingga program Satuan Pendidikan Aman Bencana.Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama dan Informatika Poltera, Ir. Akhmad Arif Kurdianto, S.ST, M.T, mengatakan kerja sama ini diharapkan memberi dampak nyata, tidak hanya untuk kampus tetapi juga masyarakat luas.“Kami berharap kerja sama ini berjalan sesuai rencana dan membawa manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.Menurutnya, kampus tidak lagi hanya menjadi pusat pendidikan formal, tetapi juga harus mampu menjadi ruang edukasi mitigasi bencana yang relevan dengan kondisi daerah. Langkah tersebut dinilai penting karena wilayah Madura memiliki potensi risiko lingkungan yang perlu diantisipasi sejak dini.Ketua FRPB Pamekasan Budi Cahyono menilai sinergi dengan perguruan tinggi membuka peluang lahirnya inovasi penanganan bencana yang lebih efektif dan murah dijangkau masyarakat.“Banyak program FRPB yang bisa didukung Poltera, misalnya pengadaan oksigen konsentrator berdaya rendah untuk membantu masyarakat dengan listrik terbatas,” kata Budi.Tak hanya itu, FRPB juga menawarkan dukungan penghijauan lingkungan kampus melalui tanaman vetiver untuk pencegahan longsor dan pohon asam sebagai pengganti tanaman rapuh yang rawan tumbang saat cuaca ekstrem.“Kami juga siap menyediakan bibit vetiver pencegah longsor dan tanaman asam untuk lingkungan kampus,” tambahnya.Kolaborasi ini menjadi sinyal bahwa isu kebencanaan kini tidak lagi dipandang sebagai persoalan darurat semata, melainkan bagian penting dari pembangunan pendidikan dan keselamatan publik di Madura.“Kami sepakat program-program ini segera direalisasikan demi memperkuat ketangguhan masyarakat terhadap bencana,” pungkasnya. Sumber: https://radarbangsa.co.id/poltera-gandeng-frpb-pamekasan-kampus-di-madura-disiapkan-hadapi-bencana/

Baca Selengkapnya
Dokumentasi Lapangan

Data Pelayanan & Aksi Relawan

Catatan riwayat pelayanan ambulan, peminjaman oksigen, dan kursi roda untuk umum dan lain-lain.

OFFLINE 0 View Menunggu Siaran...
Live Stream
0 Menonton
Aktifkan Suara Siaran?

Browser memerlukan persetujuan sebelum memutar audio lapangan.

Belum Ada Siaran Aktif

Personel belum memulai siaran visual darurat.

Standby Mode
Mute
Penanganan Bencana Sabtu, 14/09/2019
Pengiriman bantuan air Bersih

FRPB : PAMEKASAN

Armada: MOBIL PRIBADI

Tujuan: Desa Larangan Luar

Relawan: Budi Cahyono, Rudi Setiawan, Ach. Diendien Syarifuddin

Dokumentasi Foto:
Penanganan Bencana Jumat, 13/09/2019
Pengiriman bantuan air bersih

FRPB : PAMEKASAN

Armada: MOBIL PRIBADI

Tujuan: Desa Larangan Tokol Tlanakan Pamekasan

Relawan: Budi Cahyono, Rudi Setiawan, Ach. Diendien Syarifuddin

Dokumentasi Foto: